BAB 4 Struktur Dasar Script PHP


Pada bab ini kita akan mempelajari struktur dasar script PHP, aturan penulisan
statement PHP, cara menyisipkan script PHP ke dalam tag (X)HTML dan juga
kebalikannya, tentang variabel, aturan penamaan variabel, sampai dengan penulisan
komentar.
Struktur Script PHP
Kode-kode PHP dituliskan di antara tanda berikut ini:
<?php
...
...
...
?>
atau
<?
...
...
...
?>
Tips : diantara kedua aturan struktur di atas, sebaiknya gunakan struktur yang pertama
(diawali dengan <?php dan diakhiri dengan ?>). Mengapa? Ya... karena tidak semua web
server mengenali struktur yang kedua.
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana
13
Basic PHP Tutorial
http://blog.rosihanari.net
Menyimpan File PHP
Script PHP yang dibuat harus disimpan dalam ekstensi .php. Apabila tidak, maka script
tidak akan bisa dijalankan dan hanya dianggap teks biasa saja. Dahulu script PHP dapat
juga disimpan dalam bentuk ekstensi .php3, namun hal ini berlaku untuk PHP versi 3.x
saja. Sejak rilis 4.x ke atas, ekstensi tersebut tidak digunakan lagi.
Dimanakah letak script PHP ini harus disimpan supaya bisa dijalankan? Script PHP yang
Anda buat harus diletakkan dalam root direktori dari web server. Apabila Anda
menggunakan AppServ, script PHP diletakkan dalam direktori C:\AppServ\www. Bisa
juga Anda mengubah letak root direktori web servernya ke tempat lain. Untuk
melakukan hal ini baca kembali Bab III.
Selanjutnya coba buat script PHP pertama Anda berikut ini:
<?php
echo "Hello World";
echo "Hello World";
echo "Hello World <br />";
echo "Hello World <br />";
?>
Tips :
Dalam membuat script PHP, sebaiknya text editor NOTEPAD++ supaya lebih mudah
mengetahui baris mana dalam kode PHP yang salah.
Simpan script PHP tersebut dengan nama test.php, dan letakkan ke dalam root direktori
web server. Perhatikan apa yang tampak ketika script di atas dibuka pada browser
(panggil script di atas dengan URL http://localhost/test.php) !
Sekarang kita akan lihat misalkan ada kesalahan perintah atau sintaks dalam kode PHP
nya. Misalkan ada perintah echo yang salah dalam penulisannya seperti pada script
berikut ini:
<?php
eho "Hello World";
echo "Hello World";
echo "Hello World <br />";
echo "Hello World <br />";

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana
14
Basic PHP Tutorial
http://blog.rosihanari.net
?>
Bila script di atas dijalankan di browser, maka akan muncul pesan error:
Parse error: syntax error, unexpected
C:\AppServ\www\test.php on line 3
T_CONSTANT_ENCAPSED_STRING
in
Dari pesan tersebut tampak adanya kesalahan pada baris ke-3 (on line 3). Dengan
demikian Anda harus segera memperbaikinya. Dengan menggunakan Notepad++ Anda
dapat dengan cepat menemukan nomor baris dari script PHP yang dibuat.
Selanjutnya jawab dalam hati pertanyaan berikut ini:
1. Apa gunanya perintah echo?
2. Mengapa teks “Hello World” yang kedua terletak sebaris dengan “Hello World”
yang pertama?
3. Mengapa teks “Hello World” yang ketiga terletak pada baris yang kedua?
4. Setiap baris statement kode PHP selalu diakhiri dengan tanda semicolon/titik
koma. Apa efeknya bila tanda ini dihapus?
5. Bisakah Anda membuat script PHP untuk menampilkan teks dengan format di
bawah ini pada browser hanya dengan menggunakan sebuah echo saja?
Hello World
Hello World
Hello World
Hello World
Simpan script Anda ini dengan nama test2.php dan letakkan ke dalam folder
bernama ‘test’ yang terlebih dahulu dibuat pada root direktori web server.
Panggil script ini dengan nama URL http://localhost/test/test2.php
Menyisipkan Script PHP dalam Dokumen (X)HTML
Script PHP dapat juga disisipkan ke dalam dokumen (X)HTML. Berikut ini contohnya:
<html>
<head>
<title>Halaman PHP pertamaku</title>
</head>
<body>
<h1>Script PHP dalam (X)HTML</h1>
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana
15
Basic PHP Tutorial
http://blog.rosihanari.net
<?php
echo "Hello World!";
echo "Hello World!";
echo "Hello World!";
echo "Hello World!";
echo "Hello World!";
?>
</body>
</html>
Karena dalam dokumen (X)HTML di atas terdapat script PHP, maka file di atas nantinya
juga harus disimpan menggunakan ekstensi .php, bukan .htm atau .html.
Coba tulis script di atas dan simpan dengan nama test3.php. Letakkan script ke dalam
folder ‘test’ seperti sebelumnya dan panggil dengan URL http://localhost/test/test3.php
Kita juga bisa menyisipkan lebih dari satu script PHP dalam sebuah dokumen (X)HTML
seperti contoh di bawah ini
<html>
<head>
<?php echo "<title>Halaman PHP pertamaku</title>"; ?>
</head>
<body>
<h1>Script PHP dalam (X)HTML</h1>
<?php
echo "<p>Ini paragraph yang dibuat dengan script PHP</p>";
echo "<p>Ini paragraph yang dibuat dengan script PHP</p>";
?>
<p>Ini paragraph yang dibuat tanpa script PHP</p>
<p>Ini paragraph yang dibuat tanpa script PHP</p>
<?php
echo "<p>Ini paragraph yang dibuat dengan script PHP</p>";
echo "<p>Ini paragraph yang dibuat dengan script PHP</p>";
?>
</body>
</html>
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana
16
Basic PHP Tutorial
http://blog.rosihanari.net
Coba simpan file di atas dengan nama test4.php dan lihat hasilnya di browser.
Penggunaan Variabel
Variabel dalam pemrograman digunakan untuk menyimpan suatu nilai dan jika suatu
saat nilai tersebut diperlukan kembali untuk proses perhitungan, maka cukup
memanggil nama variable tersebut.
Dalam PHP, nama suatu variabel ditandai dengan tanda dollar ($). Berikut ini adalah
sintaks untuk menyimpan nilai ke dalam suatu variabel.
$namaVariabel = nilai;
Adapun beberapa aturan penulisan nama variabel adalah sebagai berikut:



Nama variabel harus diawali dengan huruf atau underscore ( _ )
Nama variabel hanya boleh dituliskan dengan alpha numeric a-z, A-Z,
0-9 dan underscore
Nama variabel yang terdiri lebih dari satu kata, dapat dipisahkan dengan
underscore
Berikut ini beberapa contoh menyimpan nilai ke dalam variabel.
<?php
$teks = "Hello World!";
$sebuah_bilangan = 4;
$bilanganYangLain = 8.567;
$teks2 = $teks;
?>
Keterangan:




Perintah pertama digunakan untuk menyimpan nilai berupa string ke dalam
variabel bernama $teks.
Perintah kedua digunakan untuk menyimpan nilai berupa bilangan bulat 4 ke
dalam variabel bernama $sebuah_bilangan.
Perintah ketiga digunakan untuk menyimpan nilai berupa bilangan riil 8.567 ke
dalam variabel bernama $bilanganYanglain.
Perintah keempat digunakan untuk menyimpan nilai yang tersimpan dalam
variabel $teks, dalam hal ini juga “Hello World!”.

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana


SHARE

Bobi Arip Budiman

Hay, Terimakasih telah mengunjungi blog yang sederhana ini. ya walaupun ilmu saya pun masih sedikit tapi dengan berbagi InsyaAllah ilmu akan bertambah Aamiin. Silahkan komentar jika teman - teman mempunyai pertanyaan seputar postingan ini Terimakasih.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image